Mengungkap Sejarah Taman Gantung Babylonia, Kehebatan Peradaban Maju Jaman Dahulu

Mengungkap Sejarah Taman Gantung Babylonia, Kehebatan Peradabannya yang Maju www.peninggalan.com

Peninggalan.com - Taman Gantung Babilonia (juga dikenal sebagai Taman Tergantung Semiramis) serta tembok-tembok Babylon merupakan salah satu di antara Tujuh Keajaiban Dunia Kuno yang terletak di Al-Hillah, kira-kira 50 kilometer selatan Baghdad, Negara Irak di sebelah tebing timur Sungai Euphrates.

Apakah benar taman ini terletak tergantung di langit? Ternyata tidak begitu adanya, taman gantung sebenarnya tidaklah betul-betul "T-e-r-g-a-n-t-u-n-g" layaknya diikat dengan seutas tali. Namanya berasal dari terjemahan kata Yunani yaitu Kremastos atau kata Latin pensilis, dimana bermaksud bukan hanya "T-e-r-g-a-n-t-u-n-g” namun "a-n-j-u-n-g," layaknya terletak di atas beranda atau suatu teras.

Menurut catatan sejarah, diceritakan bahwa dinasti pertama dari Babylon didirikan oleh Hammurabi pada masa Neo-Babylonian setelah kehancuran imperium Assyrian. Dan Babylon menjadi salah satu kota terpenting pada zaman Timur Tengah kuno ketika Hammurabi (tahun 1792 sampai dengan 1750 BC) menjadikannya ibukota kerajaan Babylonia.

Secara literature bangsa Babylonia dibangun dengan sangat bagus dan rekaman cuneiform yang berhasil ditemukan menunjukkan agama, peninggalan sejarah dan ilmu pengetahuan sangat berkembang disana. Bermacam Obat-obatan, alchemy, kimia, matematika, botany dan astronomi juga dipraktekan disana. Agama dan tulisan kuno yang berbentuk cuneiform ini berasal dari kebudayaan Sumer yang sangat tua. Bangsa Babylonia juga mengembangkan bentuk abstrak dari tulisan berdasarkan symbol cuneiform (seperti bentuk baji). Symbol ini ditulis di tanah lempung yang basah dan dibakar dibawah terik mentari.

“Kisah tentang penciptaan” dari bangsa babylonia ditulis dalam tujuh lembaran tanah liat dan ditampilkan serta dibacakan pada festival tahun baru di Babylon. Dari lembaran-lembaran ini mengisahkan tentang kesuksesan Marduk (Tuhan Kota Babylon), serta bagaimana Marduk bisa menjadi tuhan paling tinggi, yaitu raja semua tuhan yang ada di surga dan bumi.

Dalam hal angka, Bangsa Babylonia mempunyai system angka yang lebih maju dari yang kita miliki saat ini, menggunakan system posisi dengan dasarnya 60(enam puluh). Bangsa ini juga membuat tabel untuk membantu dalam proses perhitungan. Sahabat peninggalan.com, Bangsa Babylonia membagi hari sama seperti yang kita lakukan sekarang ini, yaitu 24 jam dengan 60 menit untuk setiap jam dan setiap menit adalah 60 detik.

Adat-istiadat serta kebiasaan bangsa Babylonia ini ikut mempengaruhi bangsa Assyria dan ikut memberikan kontribusi terhadap sejarah Timur Tengah dan Eropa Barat dimasa depan.

Bangsa Babylonia mengalami kemerosotan dan jatuh kedalam anarki sekitar 1180 BC, namun kemudian tumbuh berkembang kembali sebagai Negara bagian dari imperium Assyria sesudah abad ke 9 BC.

Pada 689 BC, akhirnya Babylon dihancurkan oleh bangsa Assyria dibawah kepemimpinan SennaCherib, namun lalu dibangun kembali. Adalah Nabopolassar, mendirikan apa yang sekarang dikenal sebagai Chaldean atau Imperium baru Babylonia pada 625 BC, dimana akhirnya mencapai masa keemasannya dibawah pemerintahan anaknya Nebuchadnezzar (kira-kira 604-562 BC).

Kehebatan serta kemegahan Babylon menjadi terkenal dan melegenda sejak naik tahtanya Nebuchadnezzar, dimana dipercaya bahwa dialah pendiri Taman Bergantung Babylonia.

Dikisahkan bahwa taman itu dibangun oleh Nebuchadnezzar untuk menghibur istrinya atau selirnya yang sangat gemar berada didaerah yang dikelilingi oleh pegunungan yang asri. Sejak itulah taman bergantung, yang merupakan satu dari tujuh keajaiban dunia diperkirakan ada.

Didalam literature Babylonia, tak ditemukan adanya rekaman sejarah tentang taman bergantung tersebut, dan laporan yang sangat deskriptif berasal dari ahli sejarah bangsa Yunani. Didalam lembaran tanah liat yang berasal dari periode Nebuchadnezzar, gambaran tentang istananya, kota Babylon dan dindingnya ditemukan, namun tidak ada satupun referensi yang ditemukan tentang taman bergantung.

Beberapa ahli sejarah percaya bahwa legenda taman bergantung hanyalah cerita campuran tentang taman dan pohon palm di Mesopotamia, the tower of Babel, istana Nebuchadnezzar, serta ziggurats yang diceritakan oleh tentara Alexander ketika mereka kembali ke kampung halamannya.

Tower of Babel


Mengungkap Sejarah Taman Gantung Babylonia, Kehebatan Peradabannya yang Maju www.peninggalan.com


Ziggurats


Mengungkap Sejarah Taman Gantung Babylonia, Kehebatan Peradabannya yang Maju www.peninggalan.com


Mengungkap Sejarah Taman Gantung Babylonia, Kehebatan Peradabannya yang Maju www.peninggalan.com



Di abad ini, sebagian struktur yang diperkirakan adalah bagian dari taman bergantung ditemukan. Para Archeolog sedang mengumpulkan bukti untuk mencapai kesimpulan tentang lokasi taman tersebut, sistem pengairan(irigasi), serta wujud aslinya.

Beberapa sumber dari bangsa Yunani menyebutkan bahwa taman bergantung berbentuk quadrangular, dimana setiap sisi panjangnya 4 plethora, dan terdiri dari arched vaults di pondasinya. Sahabat peninggalan.com, taman ini mempunyai tumbuhan yang ditanam diatas permukaan tanah, lalu akar dari tanaman ini melekat di teras bagian atas, dan bukan didalam bumi. Semua massanya didukung oleh colom batu-batuan. Air dipompa ke atas dan dibiarkan mengalir menuruni lereng, mengairi tumbuh-tumbuhan.

Hasil penggalian archeology terbaru menemukan pondasi dari istana Nebuchadnezzar. Dan penemuan lainnya yang mendukung adanya taman bergantung termasuk kolong bangunan dengan dinding yang tebal dan irrigasi yang dekat dengan istana selatan.

Beberapa archeologist melakukan survey di istana selatan dan merekonstruksi kolong bangunan sebagai taman bergantung. Seorang ahli sejarah Yunani, bernama Strabo, mengungkapkan bahwa taman bergantung terletak di sungai Euphrates.

Sementara yang lainnya berpendapat bahwa lokasinya sangat jauh dari sungai Euphrates berdasarkan penemuan dari kolong bangunan yang terletak beberapa ratus yard dari sungai.

Lokasi beradanya istana telah direkonstruksi dan diperkirakan taman bergantung terletak didaerah yang merentang dari sungai menuju istana. Dan dinding yang massif, memiliki tebal 25 kaki baru-baru ini ditemukan di pinggir sungai, dimana kemungkinan merupakan langkah untuk membentuk teras yang dideskripsikan dalam referensi yunani.


Mengungkap Sejarah Taman Gantung Babylonia, Kehebatan Peradabannya yang Maju www.peninggalan.com


Sampai sekarang, Kisah atau legenda tentang Taman Bergantung masih belum bisa dipastikan kebenarannya dan masih belum bisa dikatakan juga itu hanya dongeng saja. Para Archeolog masih terus berusaha mencari bukti peninggalan zaman Nebuchadnezzar.

Di tahun 538 BC, sang pemimpin terakhir Babylonia menyerah kepada Cyrus Agung dari Persia. Dan ini adalah pertanda berakhirnya dinasti Chaldean dan Babylonia.

0 Response to "Mengungkap Sejarah Taman Gantung Babylonia, Kehebatan Peradaban Maju Jaman Dahulu"

Post a Comment